Setahun yang lalu
Sabtu, Julai 31, 2010
Sabtu, Julai 24, 2010
Khaulah binti Tsalabah
"Aku haram bagimu! Engkau telah menceraikan aku dengan cara jahiliyah, kata Khaulah pada Aus dengan nada keras.
Tapi Aus tidak peduli. Ia tetap menginginkan Khaulah. Khaulah mendorong Aus dan berlari keluar. Ia tak sadar jika baju bagian belakanganya robek. Ketika hendak membetulkan jilbabnya, Khaulah baru menyadarinya. Ia menjadi bingung hendak pergi ke mana dengan baju robek.
Persoalan ini bermula ketika Khaulah sedang shalat di kamarnya, Aus pulang dan merasa sangat lapar. Ketika tak didapatinya secuil makanan pun di rumah, darahnya meluap-luap. Begitu Khaulah muncul di hadapannya, dia langsung mencaci-maki istrinya dengan kata-kata yang sangat kasar. Dituduhnya Khaulah telah menghabiskan makanan. Padahal yang sesungguhnya, sejak kemarin Khaulah belum makan karena dia lebih mengutamakan suaminya ketimbang dirinya. Seringkali jatah makanannya diberikan kepada suaminya agar tidak kelaparan.
Menerima tuduhan dan cacian seperti itu, bukan alang-kepalang sedih dan sakitnya hati Khaulah. "Alangkah tak tahu dirinya kau, Aus, batinnya mengucap. Tetapi dia tetap sabar dan menahan diri. Melihat istrinya hanya diam terpaku, Aus semakin berang. Ditamparnya Khaulah. "Engkau bagiku seperti punggung ibuku, katanya sambil pergi keluar rumah.
Khaulah tertegun. Menangis tersedu. "Sampai hati engkau berkata seperti itu, Aus. Kau ceraikan aku dengan cara jahiliyah, ujar Khaulah dalam hatinya.
Tak lama berselang, Aus pulang kembali ke rumahnya dengan membawa sejumlah kurma. "Makanlah ini Khaulah, ujarnya seraya menyodorkan kurma pada Khaulah.
"Alhamdulillah, saya tidak lapar, jawab Khaulah ketika itu.
"Baiklah, kalau begitu aku makan saja semuanya. Dimakannya kurma itu dengan lahap hingga tak bersisa.
Khaulah masih duduk terpaku. Tanpa disadarinya, Aus mendekatinya seraya mengajaknya ke kamar. Tapi Khaulah mengelak dan menjauh. Aus mengejarnya sambil berusaha menanggalkan pakaian Khaulah.
"Khaulah, sedang apa engkau di sana? Tanya tetangganya yang melihat Khaulah celingukan kesana-kemari. "Kemarilah! kata tetangga itu lagi. Khaulah menghampiri tetangganya itu. Tetangganya mengajak Khaulah masuk ke rumahnya. "Ada apa Khaulah? Sepertinya engkau sedang kebingungan, tanya tetangga itu lagi. Khaulah menceritakan apa yang baru saja dialaminya.
"Kalau begitu engkau telah diceraikan.
"Ya, aku diceraikan dengan cara jahiliyah, ujar Khaulah.
"Lalu apa rencanamu?
"Aku akan mendatangi Rasulullah untuk meminta petunjuk darinya.
Khaulah pergi menemui Rasulullah. Sesampainya di tempat Rasulullah, Khaulah menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan keburukan perangai suaminya.
Aus, suami Khaulah, memang seseorang yang berperangai buruk. Ucapannya kasar, suka memaki dan menghina, bahkan tak jarang dia memukul istrinya. Sebaliknya, Khaulah adalah seorang wanita yang berbakti pada suaminya. Setiap kali suaminya pulang, Khaulah selalu bergegas menyediakan makanan seadanya berupa roti kering. Namun selalu mendapat cacian dan makian dari suaminya. Aus suka sekali makan yang enak-enak, tetapi apa yang harus dihidangkan? Hanya itu yang tersedia di rumahnya dan ia pun tak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan yang lezat. Cacian dan makian suaminya yang memerahkan telinga diterimanya dengan sabar.
Wanita itu selalu menyimpan kesedihan dan derita yang dialaminya. Satu hal yang selama ini selalu menghibur hatinya adalah sebuah ayat yang ia dengar dari Nabi Muhammad Saw., yang artinya:
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Yaitu orang-orang yang meyakini akan berjumpa dengan Tuhannya dan akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah: 45).
Ayat ini laksana penawar rasa duka dan deritanya. Dengan sekuat tenaga ia selalu berusaha untuk berbakti pada suaminya. Ridha menerima nasib dan selalu melayani kebutuhan suaminya dengan ikhlas, meskipun derita yang dirasakannya sungguh tak terperikan.
"Khaulah, suamimu sudah cukup tua. Jagalah ia baik-baik, ujar Rasulullah. Tetapi tiba-tiba Rasulullah menunduk seperti sedang menerima sesuatu.
"Khaulah, Allah telah menurunkan ayat-ayat yang berkenaan dengan masalahmu. Rasulullah membacakan ayat yang baru saja diterimanya:
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan padamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Mujadilah: 1).
"Orang-orang yang menzihar istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) tidaklah istri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka telah mengatakan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mujadilah: 2).
"Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. Maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum keduanya (suami istri itu) bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah: 3).
"Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa, (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang pedih. (QS. Al-Muajdilah: 4).
Khaulah merasa bersyukur karena keluhannya didengar langsung oleh Allah Swt.. "Allah, Rabbul Alamin, alangkah agung karunia dan kasih sayang-Mu. Alangkah sempurna keadilan-Mu, tutur Khaulah. Air matanya berlinang, haru karena Allah tidak melupakannya, seorang wanita miskin dan lemah.
"Khaulah, suruhlah suamimu memerdekakan seorang budak, sabda Rasulullah.
"Rasulullah, dia tidak memiliki apa-apa untuk memerdekakan seorang budak.
"Suruh dia berpuasa dua bulan berturut-turut.
Khaulah yang tahu kelemahan suaminya yang telah cukup tua itu berkata, "Dia sudah tidak mampu lagi untuk berpuasa dua bulan berturut-turut.
"Kalau begitu, suruh ia memberi makan enam puluh orang miskin dengan satu gantang kurma.
"Dia juga tidak memiliki kurma sebanyak itu.
"Kami akan membantu setengahnya.
"Dan dariku setengahnya lagi. Sambung Khaulah.
"Bagus sekali Khaulah, pergilah segera dan sedekahkanlah kurma ini dan berlaku baiklah terhadap suamimu.
Khaulah pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri. Sementara Aus sedang duduk termenung. Melihat istrinya pulang, Aus segera menghampiri Khaulah. "Maafkan aku Khaulah, aku menyesal telah berbuat kasar padamu selama ini, ujar Aus dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah, ada berita gembira, suamiku, kata Khaulah. Lalu diceritakannya semua peristiwa yang terjadi di tempat Rasulullah Saw..
Aus tersentak. "Allah, alangkah besar anugerah dan kasih sayang-Mu. Aku bertaubat pada-Mu dengan sepenuh hati, maka terimalah taubatku ya Allah, tutur Aus seraya menengadahkan kedua tangannya.
Masa terus berjalan dengan cepat, kini Aus telah tiada. Meninggalkan Khaulah sebatang kara. Namun wanita itu tetap tabah dan tegar laksana batu karang di lautan. Ia mencurahkan sisa kehidupannya untuk beribadah kepada Allah.
Tibalah saat Umar Bin Khattab memegang tampuk pemerintahan Islam. Usia Khaulah sudah semakin tua. Ketika dia berjumpa dengan Khalifah Umar, wanita itu menasihatinya,
"Hai Umar, aku ingat dahulu ketika di pasar Ukaz dan waktu itu namamu masih Umair, engkau menakut-nakuti anak-anak dengan pedangmu. Kemudian kau berganti nama menjadi Umar dan kini dipanggil dengan sebutan Amirul Mukminin. Maka bertakwalah kepada Allah dan sejahterakanlah rakyatmu, karena jabatan yang kau pegang adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Ketahuilah, barangsiapa takut dengan ancaman Allah, maka Allah akan memudahkan baginya segala yang sulit. Dan barangsiapa yang selalu mengingat mati, dia akan takut menyia-nyiakan waktu.
Demikian lama Khaulah menasihati khalifah Umar bin Khattab. Khalifah pun mendengarkan dengan penuh perhatian. Tiba-tiba salah seorang yang menyaksikan adegan itu menghampiri keduanya dan berkata pada Khalifah Umar, "Amirul Mukminin, wanita ini meremehkan dan membuat engkau lelah.
"Tidakkah engkau kenali siapa wanita ini? Dialah Khaulah binti Tsalabah, penyebab turunnya permulaan ayat surat Al-Mujadilah. Demi Allah, seandainya dia menasihatiku semalam suntuk, aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat. Setelah itu, aku akan cepat kembali untuk mendengarkannya lagi, tutur Khalifah Umar.
Itulah kisah seorang wanita yang memiliki kesabaran tiada tara. Ia menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya.
Tapi Aus tidak peduli. Ia tetap menginginkan Khaulah. Khaulah mendorong Aus dan berlari keluar. Ia tak sadar jika baju bagian belakanganya robek. Ketika hendak membetulkan jilbabnya, Khaulah baru menyadarinya. Ia menjadi bingung hendak pergi ke mana dengan baju robek.
Persoalan ini bermula ketika Khaulah sedang shalat di kamarnya, Aus pulang dan merasa sangat lapar. Ketika tak didapatinya secuil makanan pun di rumah, darahnya meluap-luap. Begitu Khaulah muncul di hadapannya, dia langsung mencaci-maki istrinya dengan kata-kata yang sangat kasar. Dituduhnya Khaulah telah menghabiskan makanan. Padahal yang sesungguhnya, sejak kemarin Khaulah belum makan karena dia lebih mengutamakan suaminya ketimbang dirinya. Seringkali jatah makanannya diberikan kepada suaminya agar tidak kelaparan.
Menerima tuduhan dan cacian seperti itu, bukan alang-kepalang sedih dan sakitnya hati Khaulah. "Alangkah tak tahu dirinya kau, Aus, batinnya mengucap. Tetapi dia tetap sabar dan menahan diri. Melihat istrinya hanya diam terpaku, Aus semakin berang. Ditamparnya Khaulah. "Engkau bagiku seperti punggung ibuku, katanya sambil pergi keluar rumah.
Khaulah tertegun. Menangis tersedu. "Sampai hati engkau berkata seperti itu, Aus. Kau ceraikan aku dengan cara jahiliyah, ujar Khaulah dalam hatinya.
Tak lama berselang, Aus pulang kembali ke rumahnya dengan membawa sejumlah kurma. "Makanlah ini Khaulah, ujarnya seraya menyodorkan kurma pada Khaulah.
"Alhamdulillah, saya tidak lapar, jawab Khaulah ketika itu.
"Baiklah, kalau begitu aku makan saja semuanya. Dimakannya kurma itu dengan lahap hingga tak bersisa.
Khaulah masih duduk terpaku. Tanpa disadarinya, Aus mendekatinya seraya mengajaknya ke kamar. Tapi Khaulah mengelak dan menjauh. Aus mengejarnya sambil berusaha menanggalkan pakaian Khaulah.
"Khaulah, sedang apa engkau di sana? Tanya tetangganya yang melihat Khaulah celingukan kesana-kemari. "Kemarilah! kata tetangga itu lagi. Khaulah menghampiri tetangganya itu. Tetangganya mengajak Khaulah masuk ke rumahnya. "Ada apa Khaulah? Sepertinya engkau sedang kebingungan, tanya tetangga itu lagi. Khaulah menceritakan apa yang baru saja dialaminya.
"Kalau begitu engkau telah diceraikan.
"Ya, aku diceraikan dengan cara jahiliyah, ujar Khaulah.
"Lalu apa rencanamu?
"Aku akan mendatangi Rasulullah untuk meminta petunjuk darinya.
Khaulah pergi menemui Rasulullah. Sesampainya di tempat Rasulullah, Khaulah menceritakan semua kejadian yang dialaminya dan keburukan perangai suaminya.
Aus, suami Khaulah, memang seseorang yang berperangai buruk. Ucapannya kasar, suka memaki dan menghina, bahkan tak jarang dia memukul istrinya. Sebaliknya, Khaulah adalah seorang wanita yang berbakti pada suaminya. Setiap kali suaminya pulang, Khaulah selalu bergegas menyediakan makanan seadanya berupa roti kering. Namun selalu mendapat cacian dan makian dari suaminya. Aus suka sekali makan yang enak-enak, tetapi apa yang harus dihidangkan? Hanya itu yang tersedia di rumahnya dan ia pun tak memiliki uang yang cukup untuk membeli makanan yang lezat. Cacian dan makian suaminya yang memerahkan telinga diterimanya dengan sabar.
Wanita itu selalu menyimpan kesedihan dan derita yang dialaminya. Satu hal yang selama ini selalu menghibur hatinya adalah sebuah ayat yang ia dengar dari Nabi Muhammad Saw., yang artinya:
"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya yang demikian itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Yaitu orang-orang yang meyakini akan berjumpa dengan Tuhannya dan akan kembali kepada-Nya. (QS. Al-Baqarah: 45).
Ayat ini laksana penawar rasa duka dan deritanya. Dengan sekuat tenaga ia selalu berusaha untuk berbakti pada suaminya. Ridha menerima nasib dan selalu melayani kebutuhan suaminya dengan ikhlas, meskipun derita yang dirasakannya sungguh tak terperikan.
"Khaulah, suamimu sudah cukup tua. Jagalah ia baik-baik, ujar Rasulullah. Tetapi tiba-tiba Rasulullah menunduk seperti sedang menerima sesuatu.
"Khaulah, Allah telah menurunkan ayat-ayat yang berkenaan dengan masalahmu. Rasulullah membacakan ayat yang baru saja diterimanya:
"Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan padamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Mujadilah: 1).
"Orang-orang yang menzihar istrinya di antara kamu, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) tidaklah istri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka telah mengatakan suatu perkataan yang munkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. Al-Mujadilah: 2).
"Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan. Maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum keduanya (suami istri itu) bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah: 3).
"Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa, (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang pedih. (QS. Al-Muajdilah: 4).
Khaulah merasa bersyukur karena keluhannya didengar langsung oleh Allah Swt.. "Allah, Rabbul Alamin, alangkah agung karunia dan kasih sayang-Mu. Alangkah sempurna keadilan-Mu, tutur Khaulah. Air matanya berlinang, haru karena Allah tidak melupakannya, seorang wanita miskin dan lemah.
"Khaulah, suruhlah suamimu memerdekakan seorang budak, sabda Rasulullah.
"Rasulullah, dia tidak memiliki apa-apa untuk memerdekakan seorang budak.
"Suruh dia berpuasa dua bulan berturut-turut.
Khaulah yang tahu kelemahan suaminya yang telah cukup tua itu berkata, "Dia sudah tidak mampu lagi untuk berpuasa dua bulan berturut-turut.
"Kalau begitu, suruh ia memberi makan enam puluh orang miskin dengan satu gantang kurma.
"Dia juga tidak memiliki kurma sebanyak itu.
"Kami akan membantu setengahnya.
"Dan dariku setengahnya lagi. Sambung Khaulah.
"Bagus sekali Khaulah, pergilah segera dan sedekahkanlah kurma ini dan berlaku baiklah terhadap suamimu.
Khaulah pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri. Sementara Aus sedang duduk termenung. Melihat istrinya pulang, Aus segera menghampiri Khaulah. "Maafkan aku Khaulah, aku menyesal telah berbuat kasar padamu selama ini, ujar Aus dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah, ada berita gembira, suamiku, kata Khaulah. Lalu diceritakannya semua peristiwa yang terjadi di tempat Rasulullah Saw..
Aus tersentak. "Allah, alangkah besar anugerah dan kasih sayang-Mu. Aku bertaubat pada-Mu dengan sepenuh hati, maka terimalah taubatku ya Allah, tutur Aus seraya menengadahkan kedua tangannya.
Masa terus berjalan dengan cepat, kini Aus telah tiada. Meninggalkan Khaulah sebatang kara. Namun wanita itu tetap tabah dan tegar laksana batu karang di lautan. Ia mencurahkan sisa kehidupannya untuk beribadah kepada Allah.
Tibalah saat Umar Bin Khattab memegang tampuk pemerintahan Islam. Usia Khaulah sudah semakin tua. Ketika dia berjumpa dengan Khalifah Umar, wanita itu menasihatinya,
"Hai Umar, aku ingat dahulu ketika di pasar Ukaz dan waktu itu namamu masih Umair, engkau menakut-nakuti anak-anak dengan pedangmu. Kemudian kau berganti nama menjadi Umar dan kini dipanggil dengan sebutan Amirul Mukminin. Maka bertakwalah kepada Allah dan sejahterakanlah rakyatmu, karena jabatan yang kau pegang adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Ketahuilah, barangsiapa takut dengan ancaman Allah, maka Allah akan memudahkan baginya segala yang sulit. Dan barangsiapa yang selalu mengingat mati, dia akan takut menyia-nyiakan waktu.
Demikian lama Khaulah menasihati khalifah Umar bin Khattab. Khalifah pun mendengarkan dengan penuh perhatian. Tiba-tiba salah seorang yang menyaksikan adegan itu menghampiri keduanya dan berkata pada Khalifah Umar, "Amirul Mukminin, wanita ini meremehkan dan membuat engkau lelah.
"Tidakkah engkau kenali siapa wanita ini? Dialah Khaulah binti Tsalabah, penyebab turunnya permulaan ayat surat Al-Mujadilah. Demi Allah, seandainya dia menasihatiku semalam suntuk, aku tidak akan meninggalkannya kecuali untuk shalat. Setelah itu, aku akan cepat kembali untuk mendengarkannya lagi, tutur Khalifah Umar.
Itulah kisah seorang wanita yang memiliki kesabaran tiada tara. Ia menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya.
Khamis, Julai 08, 2010
Allah Maha Pengampun-"La Tahzan" (Dr Aidh Al Qarni)
Sesuai amat untuk memuhasabahkan diri..Ayuh sahabat2ku yang disayangi..marilah kita bersama2 muhasabahkan diri..Barakallahufikum..^_^..
Rabu, Julai 07, 2010
Selasa, Julai 06, 2010
Kisah Sayidina Umar bin al-Khattab r.a.
Ibn al-Jauzi dalam kitab tarikhnya al-Muntazam, bercerita mengenai Sayidina Umar bin al-Khattab r.a. yang sedang dalam perjalanan pulang dari Syam ke Madinah. Apabila melalui sebuah padang pasir, ia melihat sebuah khemah yang dihuni seorang wanita tua. Wanita tua itu tidak mengetahui bahawa ia sedang berbicara dengan Umar, Amirul Mukminin.
Ia bertanya, "Wahai pemuda, apa khabar Umar al-Khattab?"
Umar menjawab, "Dia sedang dalam perjalanan dari Syam ke Madinah."
Perempuan itu berkata, "Semoga Allah tidak memberikan kebaikan kepadanya."
Umar bertanya kaget, "Mengapa?"
Ia menjawab, "Kerana sejak ia menjadi pemimpin, aku belum pernah menerima bantuan suatu apa pun daripadanya."
Umar berkata, "Mungkin itu kerana Umar tidak tahu rumahmu yang terpencil di tengah padang pasir seperti ini."
Wanita itu berkata, "Subhanallah. Aku tidak pernah menyangka ada seseorang yang manjadi pemimpin suatu negara namun ia tidak mengetahui semua rumah rakyatnya."
Umar menangis dan meratap, "Duhai celakanya Umar. Bagaimanakah engkau akan menjawab ucapan wanita ini di akhirat nanti?"
Ia bertanya, "Wahai pemuda, apa khabar Umar al-Khattab?"
Umar menjawab, "Dia sedang dalam perjalanan dari Syam ke Madinah."
Perempuan itu berkata, "Semoga Allah tidak memberikan kebaikan kepadanya."
Umar bertanya kaget, "Mengapa?"
Ia menjawab, "Kerana sejak ia menjadi pemimpin, aku belum pernah menerima bantuan suatu apa pun daripadanya."
Umar berkata, "Mungkin itu kerana Umar tidak tahu rumahmu yang terpencil di tengah padang pasir seperti ini."
Wanita itu berkata, "Subhanallah. Aku tidak pernah menyangka ada seseorang yang manjadi pemimpin suatu negara namun ia tidak mengetahui semua rumah rakyatnya."
Umar menangis dan meratap, "Duhai celakanya Umar. Bagaimanakah engkau akan menjawab ucapan wanita ini di akhirat nanti?"
Jumaat, Julai 02, 2010
Boleh tak berkawan lelaki dan perempuan??
Satu petang saya diaju soalan ini oleh seorang sahabat saya.
"Boleh ke lelaki dan perempuan berkawan?"
Terkejut juga apabila disoal dan diminta pandangan tentang ini (sebab saya mana pandai). Tapi jawab jugalah (sebab dia minta pendapat bukan jawapan). Justeru, ini pandangan saya, seorang insan yang masih belum mengerti banyak perkara.
Pertamanya, saya suka kalau tahu maksud kawan itu sendiri. Di bawah adalah jawapan/respon dari beberapa orang 'kawan' saya.
Apakah maksud 'kawan'?
Dr.Syafaah : Kawan tu kawan la.
Cikgu Dina : Apa-apalah.
Hayati : Seseorang yg sentiasa di hati..sentiasa disebut dalam doanya, sentiasa mengharap yang terbaik untuk teman, dan yang membuat kita tersenyum di bibir serta di hati...
Izzati : Salam. Pada pandangan saya, kawan itu ialah insan yang hadir dalam hidup seseorang tu. Yang mana adakala seseorang tu sedar atau tak, ada insan dalam hidup dia. Bagi saya, kawan ini lebih kepada seseorang yang gemar membantu dalam susah senang, terima kelebihan dan kekurangan kawan, dan sentiasa betulkan dan tegur kesalahannnya. Tapi kadang-kadang yang banyak membantu ada yang tak tau menjaga hati kawannya dan ada jugak yang bertopeng.
Sakinah : Mengikut kamus Sakeenah, kawan bermaksud sesiapa yang kita kenal dan dia kenal kita selain keluarga.
Afifah : Kawan tu up sikit la dari kenalan. Kita kenal orang tu, orang tu pun kenal kita dan kita buat sesuatu bersama dengannya. Contoh, kalau kita belajar sama-sama dengannya dalam kelas, kita panggil kawan sekelas. Kalau kita main sama-sama dengannya, kita panggil kawan sepermainan.
Yang sebenarnya...
Yang sebenarnya, tafsiran-tafsiran tentang maksud kawan ini tidaklah begitu penting. Tak kisahlah apa pun gelaran yang diberikan sama ada kenalan, kawan, teman, sahabat atau sodiq/sodiqah sekalipun, itu bukan satu masalah. Yang menjadi masalah ialah apa yang diisi dalam persahabatan atau 'perkawanan' itu (antara lelaki dan perempuan ajnabi). Sama juga macam bercouple, pada saya bercouple itu tak salah, yang salah ialah apa yang diisi dalam per'couple'an itu. Bergayut di telefon, mesej tak habis-habis, keluar shopping sama-sama, pegang-pegang sentuh-sentuh, mestilah salah sebab kamu berdua tu belum berkahwin!
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu amat keji dan jalan yang amat jahat" (al-Israk(17) : 32)
Bagi memendekkan pandangan saya;
Cuba kira, berapa ramai kapel-kapel sekarang ni yang mulanya hanya kawan?
Berapa ramai kapel-kapel yang dah terlanjur (zina dan sebagainya) bermula sebagai kawan? Banyak kan?
Oleh itu tidaklah melampau kalau saya katakan 'berkawan' antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram juga menghampiri zina (kalau tidak menjaga batasnya).
Cukuplah berkawan sekadar perlu. Cukuplah bercakap atau mesej sekadar menyampaikan sesuatu seperti khabarkan homework atau assignment yang perlu dibuat (kalau memang tugas anda untuk mengkhabarkannya - ketua kelas, class represantative).
Tak perlulah nak kongsi-kongsi masalah, tak perlu caring-caring sangat....'Kawan' anda ada teman sejantinanya untuk berkongsi segala perkara. Jangan bagi peluang kepada syaitan untuk mencucuk jarumnya.
Kembali kepada niat...
"Saya ikhlas nak berkawan dengan kamu," kata seorang pemuda kepada seorang pemudi.
Betul ke? Sangat diragui...
Maksud Hadith: dari Abu Umamah r.h katanya: "Seseorang lelaki telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata, "Bagaimanakah pendapatmu mengenai seorang yang keluar di jalan Allah SWT semata-mata kerana mencari upah dan supaya terkenal, Apakah yang diperolehi oleh orang itu?" Rasulullah s.a.w bersabda: "Dia tidak mendapat apa-apa." Rasulullah s.a.w. mengulanginya hingga tiga kali dan kemudian berkata: "Sesungguhnya Allah SWT AzzawaJalla tidak akan menerima amalan melainkan yang dilakukan dengan ikhlas, semata-mata untuk mencari (kesukaan) keredhaanNya" ( HR An-Nasai.)
Adakah pemuda ini nak berkawan dengan pemudi ini kerana hendak mencari redha Allah? Fikirlah sendiri...fikir juga apa agaknya akan terjadi kalau si pemudi itu setuju untuk berkawan dengan si pemuda yang tidak dikenalinya (hanya kenal melalui telefon)...
Ada sesetengah orang katanya boleh 'berkawan untuk berdakwah'. Al-kisah, Boy ingin mendalami Islam, maka Boy pun minta bantuan Girl (berpendidikan agama yang baik) yang dikenali untuk mengajarnya (melalui mesej-mesej, tazkirah dan sebagainya)... Ada orang kata baik, boleh sebab nak dakwah, boleh didik Boy jadi baik. TETAPI....
Bukankah lebih baik Girl ini mencari seorang kenalan/kawan yang diyakini agamanya (kawan sekelas contohnya atau ustaz-ustaz) dan sejantina dengan Boy ini untuk membantunya mendalami Islam?
Niat memang baik, tapi caranya belum tentu..Kalau ada cara yang lebih baik, kenapa tidak dipilih cara yang lebih baik itu?
Kesimpulan saya, seelok-eloknya jauhilah perhubungan anatara lelaki dan perempuan (melainkan apabila perlu sahaja). Perkara yang perlu pun harus dijaga (bersangkutan persatuan, kelas, urus niaga atau sebagainya), tak perlu ada hehe.. huhu.. haha.. dalam mesej-mesej anda kepada kawan/kenalan anda yang berlainan jantina.
Ini sekadar pandangan saya. Terpulang kepada anda untuk menilainya bagaimana.
sumber : Aq Hamba [sahabat facebook]
"Boleh ke lelaki dan perempuan berkawan?"
Terkejut juga apabila disoal dan diminta pandangan tentang ini (sebab saya mana pandai). Tapi jawab jugalah (sebab dia minta pendapat bukan jawapan). Justeru, ini pandangan saya, seorang insan yang masih belum mengerti banyak perkara.
Pertamanya, saya suka kalau tahu maksud kawan itu sendiri. Di bawah adalah jawapan/respon dari beberapa orang 'kawan' saya.
Apakah maksud 'kawan'?
Dr.Syafaah : Kawan tu kawan la.
Cikgu Dina : Apa-apalah.
Hayati : Seseorang yg sentiasa di hati..sentiasa disebut dalam doanya, sentiasa mengharap yang terbaik untuk teman, dan yang membuat kita tersenyum di bibir serta di hati...
Izzati : Salam. Pada pandangan saya, kawan itu ialah insan yang hadir dalam hidup seseorang tu. Yang mana adakala seseorang tu sedar atau tak, ada insan dalam hidup dia. Bagi saya, kawan ini lebih kepada seseorang yang gemar membantu dalam susah senang, terima kelebihan dan kekurangan kawan, dan sentiasa betulkan dan tegur kesalahannnya. Tapi kadang-kadang yang banyak membantu ada yang tak tau menjaga hati kawannya dan ada jugak yang bertopeng.
Sakinah : Mengikut kamus Sakeenah, kawan bermaksud sesiapa yang kita kenal dan dia kenal kita selain keluarga.
Afifah : Kawan tu up sikit la dari kenalan. Kita kenal orang tu, orang tu pun kenal kita dan kita buat sesuatu bersama dengannya. Contoh, kalau kita belajar sama-sama dengannya dalam kelas, kita panggil kawan sekelas. Kalau kita main sama-sama dengannya, kita panggil kawan sepermainan.
Yang sebenarnya...
Yang sebenarnya, tafsiran-tafsiran tentang maksud kawan ini tidaklah begitu penting. Tak kisahlah apa pun gelaran yang diberikan sama ada kenalan, kawan, teman, sahabat atau sodiq/sodiqah sekalipun, itu bukan satu masalah. Yang menjadi masalah ialah apa yang diisi dalam persahabatan atau 'perkawanan' itu (antara lelaki dan perempuan ajnabi). Sama juga macam bercouple, pada saya bercouple itu tak salah, yang salah ialah apa yang diisi dalam per'couple'an itu. Bergayut di telefon, mesej tak habis-habis, keluar shopping sama-sama, pegang-pegang sentuh-sentuh, mestilah salah sebab kamu berdua tu belum berkahwin!
Firman Allah yang bermaksud:
"Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu amat keji dan jalan yang amat jahat" (al-Israk(17) : 32)
Bagi memendekkan pandangan saya;
Cuba kira, berapa ramai kapel-kapel sekarang ni yang mulanya hanya kawan?
Berapa ramai kapel-kapel yang dah terlanjur (zina dan sebagainya) bermula sebagai kawan? Banyak kan?
Oleh itu tidaklah melampau kalau saya katakan 'berkawan' antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram juga menghampiri zina (kalau tidak menjaga batasnya).
Cukuplah berkawan sekadar perlu. Cukuplah bercakap atau mesej sekadar menyampaikan sesuatu seperti khabarkan homework atau assignment yang perlu dibuat (kalau memang tugas anda untuk mengkhabarkannya - ketua kelas, class represantative).
Tak perlulah nak kongsi-kongsi masalah, tak perlu caring-caring sangat....'Kawan' anda ada teman sejantinanya untuk berkongsi segala perkara. Jangan bagi peluang kepada syaitan untuk mencucuk jarumnya.
Kembali kepada niat...
"Saya ikhlas nak berkawan dengan kamu," kata seorang pemuda kepada seorang pemudi.
Betul ke? Sangat diragui...
Maksud Hadith: dari Abu Umamah r.h katanya: "Seseorang lelaki telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata, "Bagaimanakah pendapatmu mengenai seorang yang keluar di jalan Allah SWT semata-mata kerana mencari upah dan supaya terkenal, Apakah yang diperolehi oleh orang itu?" Rasulullah s.a.w bersabda: "Dia tidak mendapat apa-apa." Rasulullah s.a.w. mengulanginya hingga tiga kali dan kemudian berkata: "Sesungguhnya Allah SWT AzzawaJalla tidak akan menerima amalan melainkan yang dilakukan dengan ikhlas, semata-mata untuk mencari (kesukaan) keredhaanNya" ( HR An-Nasai.)
Adakah pemuda ini nak berkawan dengan pemudi ini kerana hendak mencari redha Allah? Fikirlah sendiri...fikir juga apa agaknya akan terjadi kalau si pemudi itu setuju untuk berkawan dengan si pemuda yang tidak dikenalinya (hanya kenal melalui telefon)...
Ada sesetengah orang katanya boleh 'berkawan untuk berdakwah'. Al-kisah, Boy ingin mendalami Islam, maka Boy pun minta bantuan Girl (berpendidikan agama yang baik) yang dikenali untuk mengajarnya (melalui mesej-mesej, tazkirah dan sebagainya)... Ada orang kata baik, boleh sebab nak dakwah, boleh didik Boy jadi baik. TETAPI....
Bukankah lebih baik Girl ini mencari seorang kenalan/kawan yang diyakini agamanya (kawan sekelas contohnya atau ustaz-ustaz) dan sejantina dengan Boy ini untuk membantunya mendalami Islam?
Niat memang baik, tapi caranya belum tentu..Kalau ada cara yang lebih baik, kenapa tidak dipilih cara yang lebih baik itu?
Kesimpulan saya, seelok-eloknya jauhilah perhubungan anatara lelaki dan perempuan (melainkan apabila perlu sahaja). Perkara yang perlu pun harus dijaga (bersangkutan persatuan, kelas, urus niaga atau sebagainya), tak perlu ada hehe.. huhu.. haha.. dalam mesej-mesej anda kepada kawan/kenalan anda yang berlainan jantina.
Ini sekadar pandangan saya. Terpulang kepada anda untuk menilainya bagaimana.
sumber : Aq Hamba [sahabat facebook]
Isnin, Mei 31, 2010
Konvoi Freedom Flotilla Mula DiKepung Tentera Laut Israel
Konvoi Freedom Flotilla Mula DiKepung Tentera Laut Israel
May 31, 2010
31 Mei – Mavi Marmara, Laut Tengah(7.30pg waktu Malaysia) —Konvoi Freedom Flotilla dalam keadaan bersedia tatkala menghampiri perairan Gaza setelah dimaklumkan bahawa ada beberapa buah kapal yang dikenalpasti dari armada Angkatan Laut Israel mendekati ke arah Mavi Marmara. Menurut sumber, konvoi Freedom Flotilla kini diekori oleh kapal Israel antaranya sebuah kapal selam, 3 kapal perang dan sebuah helikopter. Namun Mavi Marmara tetap bergerak dengan berhati-hati.
Presiden IHH, menyeru agar semua negara yang prihatin untuk mendesak dan memberi tekanan kepada Israel agar membuka jalan bagi konvoi bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. Terdapat lebih dari 50 buah negara menyertai konvoi terbesar ini. Menurut sumber, di Turki telah diadakan demonstrasi di hadapan kedutaan Israel mendesak Israel membatalkan hasrat mereka menyekat perjalanan konvoi.
Beberapa saat menjelang Maghrib, staff IHH mengumumkan kepada seluruh peserta konvoi Freedom Flotillauntuk memastikan diri mereka dalam keadaan siapsedia sebelum pukul 7 pagi ini waktu Antalya, Turki atau sekitar pukul 11 WIB.
Semua peserta diarahkan untuk menyimpan passport dan dokumen berharga masing-masing seperti dompet dalam plastik dan membawanya di badan – untuk berjaga-jaga kemungkinan terpaksa berenang.
Konvoi Freedom Flotilla mengharungi laut sepanjang malam menuju Gaza. Dijangkakan bahawa keenam kapal konvoi armada kemanusiaan ini, termasuk Mavi Marmara yang terbesar, akan berhenti sekitar 40 batu dari Pantai Gaza untuk menanti hari siang kembali sebelum berusaha menembus sekatan kapal-kapal Angkatan Laut Israel.
Namun, sebagaimana dilaporkan sebelum ini, Israel telah memperluas zon ketenteraan mereka dari 20 batu kepada 68 batu diperairan laut.
Tindakan Israel menyekat bantuan kemanusiaan yang dibawa oleh konvoi Freedom Flotilla adalah melanggar perundangan antarabangsa kerana yang dihadapi Israel saat ini bukanlah situasi perang melainkan sekelompok aktivis kemanusiaan yang membawa bantuan perubatan, pendidikan dan pembinaan bagi rakyat Gaza yang menderita akibat sekatan yang dikenakan.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Presiden Insani Yardim Vakfi (IHH) Fahmi Bulent Yildirim menegaskan bahawa tidak ada satu pun persenjataan yang dibawa dalam kafilah Freedom Flotilla. “Bahkan sebatang paku pun tidak.”
Semalam para peserta menghabiskan waktu mereka dengan berzikir dan memohon pertolongan Allah. Gaza dan seluruh muka bumi ini milik Allah Subhanahu wa Ta’ala – hanya izin Allah saja yang kita minta untuk berjaya memasuki ke Gaza. (saqsa/ihh)
Mesir membenarkan konvoi Kemanusiaan Emirati memasuki Gaza

Isnin, 31/05/2010 – Sumber keselamatan berkata penguasa Mesir dan Palang Merah Mesir kedua-duanya bersedia untuk menerima konvoi besar bantuan daripada Emeriah Arab Bersatu kepada rakyat Palestin.
Menurut sumber al-Arish, konvoi bantuan UAE itu tiba rabu untuk sampai ke bandar El Arish dan akan diterima oleh Palang Merah Mesir untuk bersedia dimuatkan ke lori dan meninggalkan Bandar El Arish untuk memasuki Semenanjung Gaza pada khamis melalui pelabuhan komersil Awja .
On the other hand, Penguasa Mesir juga menyiapkan persediaan di Pelaburan El Arish untuk menerima kapal ‘Freedom to Gaza’, Jikalau berlakunya penolakan oleh tentera laut rejim zionis, atau konvoi dihalang untuk memasuki pelabuhan Gaza.
sumber : The Palestine Telegraph
penterjemah : hasbullah
penterjemah : hasbullah
Ahad, Mei 30, 2010
Tanda-tanda hati mati
Menurut Syeikh Ibrahim Adham, antara sebab atau tanda-tanda hati mati ialah:
1. Mengaku kenal Allah SWT, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya.
2. Mengaku cinta kepada Rasulullah s.a.w., tetapi mengabaikan sunnah baginda.
3. Membaca al-Quran, tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya.
4. Memakan nikmat-nikmat Allah SWT, tetapi tidak mensyukuri atas pemberian-Nya.
5. Mengaku syaitan itu musuh, tetapi tidak berjuang menentangnya.
6. Mengaku adanya nikmat syurga, tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya.
7. Mengaku adanya seksa neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya.
8. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya.
9. Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain, tetapi lupa akan keaiban diri sendiri.
10. Menghantar dan menguburkan jenazah/mayat saudara se-Islam, tetapi tidak mengambil pengajaran daripadanya. Semoga dengan panduan yang di sampaikan itu akan dapat kita sama-sama mengambil iktibar semoga segala apa yang kita kerjakan akan diredai Allah SWT.
Menurut Sheikh Ibni Athoillah Iskandari dalam kalam hikmahnya yang berikutnya;
Sebahagian daripada tanda mati hati itu ialah jika tidak merasa dukacita kerana tertinggal sesuatu amal perbuatan kebajikan juga tidak menyesal jika terjadi berbuat sesuatu pelanggaran dosa.
Mati hati itu adalah kerana tiga perkara iaitu;
* Hubbul dunia (kasihkan dunia)
* Lalai daripada zikirullah (mengingati Allah)
* Membanyakkan makan dan menjatuhkan�anggota badan kepada maksiat kepada Allah.
Hidup hati itu kerana tiga perkara iaitu;
* Zuhud dengan dunia
* Zikrullah
* Bergaul atau berkawan dengan aulia Allah.
Jumaat, Mei 28, 2010
Kisah Teladan Pejuang Wanita Islam
Fatimah Az Zahra binti Muhammad
Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya. Lahir bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah.
Beliau adalah anak yang paling dicintai oleh keluarganya, terutama ayahnya. Sebagaimana tampak dalam ucapan Rasulullah SAW ,:"Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa susah bila ia bersedih dan aku merasa terganggu bila ia diganggu".(Ibnu Abdil Barr, Al-Isti`ab). Dalam hadits lain diriwayatkan "Barang siapa telah memarahinya berarti telah memarahiku". (H.R.Muslim)
Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW dengan halus menolaknya. Dan kemudian ia dinikahkan Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib ra dengan mahar berupa baju besi pemberian Rasul atas perintah Allah SWT . Ali bin Abi Thalib ra.bercerita bahwa disaat ia menikahi Fathimah, tiada yang dimilikinya kecuali kulit kambing yang dijadikan alas tidur pada malam hari dan diletakkan di atas onta pengangkut air pada siang hari.
Kemudian Rasulullah SAW membekali Fathimah dengan selembar beludru, bantal kulit yang berisi sabut, dua buah penggiling dan dua buah tempayan air. Saat itu mereka tak memiliki pembantu, maka Fathimahlah yang menarik penggiling itu hingga membekas ditangannya, mengambil air dengan tempat air dari kulit biri-biri hingga membekas dipundaknya dan menyapu rumah hingga pakaiannya terkotori oleh asap api.
Manakala Ali mengetahui bahwa Rasulullah SAW memperoleh banyak pelayan, ia berkata kepada Fathimah agar meminta kepadanya seorang pelayan. Namun Rasulullah SAW tidak mengabulkannya dan sebagai gantinya beliau mengajarinya beberapa kalimat do`a, yaitu membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 10x setelah sholat dan mengajarkan untuk membaca tasbih 30x, tahmid 30x dan takbir 34x ketika hendak tidur. Dari pernikahan Ali dan Fathimah, Rasulullah SAW memperoleh 5 orang cucu, Hasan, Husein, Zainab, Ummi Kultsum dan yang satu meninggal ketika masih kecil.
Cinta Rasulullah SAW kepaa Fathimah terlukis dalam sebuah hadits dari Musawwar bin Mughromah, ia berkata "Aku mendengar Nabi SAW berkata ketika Beliau sedang berdiri dimimbar :"Sesungguhnya Bani Hasyim bin Mughirah meminta izin kepadaku agar menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, aku tidak mengizinkan mereka. Kemudian tidak aku izinkah kecuali bila Ali menceraikan putriku dan menikah dengan putri-putri mereka. Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, meragukanku apa yang meragukannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya."(H.R Ash-Shohihain)
Fathimah telah meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 18 buah. Beliau wafat pada usia 29 tahun dan dikebumikan di Baqi`pada selasa malam, 3 Ramadhan 11 H. Wallahu A`lam bish-Showab.
(disarikan dari Shifatus Shofwah, Ibnu Jauzi:Min `Alamin Nisa',M.Ali qutfb: Nisa Khaula Rasul, M.Ibrahim Sulaiman).
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Julukannya adalah al-Batuul, yaitu wanita yang memutuskan hubungan dengan yang lain untuk beribadah atau tiada bandingnya dalam keutamaan ilmu, akhlaq, budi pekerti, kehormatan dan keturunannya. Lahir bersamaan dengan terjadinya peristiwa agung yang menggoncangkan Makkah, yaitu peristiwa peletakkan Hajarul Aswad disaat renovasi Ka`bah.
Beliau adalah anak yang paling dicintai oleh keluarganya, terutama ayahnya. Sebagaimana tampak dalam ucapan Rasulullah SAW ,:"Fathimah adalah bagian dariku, aku merasa susah bila ia bersedih dan aku merasa terganggu bila ia diganggu".(Ibnu Abdil Barr, Al-Isti`ab). Dalam hadits lain diriwayatkan "Barang siapa telah memarahinya berarti telah memarahiku". (H.R.Muslim)
Ketika Fathimah beranjak dewasa, Abu Bakar dan Umar bergiliran untuk meminangnya namun Rasulullah SAW dengan halus menolaknya. Dan kemudian ia dinikahkan Rasulullah SAW dengan Ali bin Abi Thalib ra dengan mahar berupa baju besi pemberian Rasul atas perintah Allah SWT . Ali bin Abi Thalib ra.bercerita bahwa disaat ia menikahi Fathimah, tiada yang dimilikinya kecuali kulit kambing yang dijadikan alas tidur pada malam hari dan diletakkan di atas onta pengangkut air pada siang hari.
Kemudian Rasulullah SAW membekali Fathimah dengan selembar beludru, bantal kulit yang berisi sabut, dua buah penggiling dan dua buah tempayan air. Saat itu mereka tak memiliki pembantu, maka Fathimahlah yang menarik penggiling itu hingga membekas ditangannya, mengambil air dengan tempat air dari kulit biri-biri hingga membekas dipundaknya dan menyapu rumah hingga pakaiannya terkotori oleh asap api.
Manakala Ali mengetahui bahwa Rasulullah SAW memperoleh banyak pelayan, ia berkata kepada Fathimah agar meminta kepadanya seorang pelayan. Namun Rasulullah SAW tidak mengabulkannya dan sebagai gantinya beliau mengajarinya beberapa kalimat do`a, yaitu membaca tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 10x setelah sholat dan mengajarkan untuk membaca tasbih 30x, tahmid 30x dan takbir 34x ketika hendak tidur. Dari pernikahan Ali dan Fathimah, Rasulullah SAW memperoleh 5 orang cucu, Hasan, Husein, Zainab, Ummi Kultsum dan yang satu meninggal ketika masih kecil.
Cinta Rasulullah SAW kepaa Fathimah terlukis dalam sebuah hadits dari Musawwar bin Mughromah, ia berkata "Aku mendengar Nabi SAW berkata ketika Beliau sedang berdiri dimimbar :"Sesungguhnya Bani Hasyim bin Mughirah meminta izin kepadaku agar menikahkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib, aku tidak mengizinkan mereka. Kemudian tidak aku izinkah kecuali bila Ali menceraikan putriku dan menikah dengan putri-putri mereka. Sesungguhnya Fathimah adalah bagian dariku, meragukanku apa yang meragukannya dan menyakitiku apa yang menyakitinya."(H.R Ash-Shohihain)
Fathimah telah meriwayatkan hadits Nabi SAW sebanyak 18 buah. Beliau wafat pada usia 29 tahun dan dikebumikan di Baqi`pada selasa malam, 3 Ramadhan 11 H. Wallahu A`lam bish-Showab.
(disarikan dari Shifatus Shofwah, Ibnu Jauzi:Min `Alamin Nisa',M.Ali qutfb: Nisa Khaula Rasul, M.Ibrahim Sulaiman).
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Khamis, Mei 27, 2010
Sabtu, Mei 22, 2010
Ambilan asal URL: http://bicarajariku.blogspot.com/2010/04/saya-nak-jadi-sahabi.html

Alhamdulillah.. petang2 yang mendung ni, ambo teringat nak kongsi satu cerita. Jadi sebelum lupa, baik taip cepat2 sebelum otak ambo ni jadi mendung macam langit kat Rathmines ni. Dua tiga hari ni langit kat sini (mungkin seluruh Ireland ni macam tu jgk) di selaputi awan gelap, member2 kat rumah ni mengandaikan mungkin sebab letusan gunung berapi kat Iceland, yang jauhnya lebih kurang dua jam naik kapal yang boleh terbang dari Ireland, wallahuallam... Ops, kembali kepada cerita yang nak di kongsi.
Hujung bulan Februari yang lepas, ambo berpeluang menyertakan diri dalam johr(perhimpunan kecik) untuk Ireland selatan yang di adakan kat Tralee. Johr ni untuk bro2 yang berada di kawasan Killarney, Killkeny, Cork, Galway dan area2 yang sama waktu dengannya.. Alhamdulillah, penuh jugak la surau tu, sampai ada yang kena tido kat laluan nak ke tandas. Antara program ter'include' dalam johr kali ni ialah mesyuarat untuk seluruh Ireland. Jadi bro2 dari utara, timur dan barat Ireland ni turut menghadirkan diri, utk bermesyuarat hal ehwal usaha dakwah di Ireland ni.
Lepas Zohor hari pertama johr, ada la sikit sesi taghrib untuk usaha masturat dan taklim kat rumah. Lepas Maulana Musa bagi ceramah sikit pasal satu hati antara orang islam, Dr. Ijaz bagi sikit taghrib pasal ta'lim rumah. Ada satu cerita yang dia bagitau yang ambo tak akan lupa (insyaAllah sampai ada anak, hehehe). Citenye macam ni.... bersambung ke perenggan baru...
Cite ni berlaku kat UK (United Kingdom, bukan Ulu Klang atau Ulu Kelantan). Satu hari, seorang cikgu sekolah rendah tanya anak2 murid dia pasal cita2 masing2. Biasalah, ni soklan biasa yang diajukan kepada anak2 sekolah rendah yang umur mereka dalam 7-8 tahun. Jadi sorang2 bangun la bagitau cita2 masing2. Yang tu nak jadi doktor, yang ni nak jadi jurutera, yang nun nak jadi lawyer, yang nin nak jadi pilot dan macam2 lagi. Pendek kata sumenya nak jadi professional2 yang di anggap glamor dan berstatus tinggi dalam masyarakat. Tiba2... tiba giliran seorang budak ni. Dia bangun, dan bagitau, ''I want to be a Sahabi''(Saya nak jadi Sahabat).
Apa lagi, terkejut la cikgu tu. Tak pernah di dengarnya sorang budak nak jadi sesuatu yang di gelar 'sahabi'. Dia pun tak tahu apa ke benda pekerjaannya sebagai 'sahabi'. Jadi, apa yang cikgu ni buat?? Cikgu tu (seorang perempuan) telefon mak budak tu dan ceritakan apa yang dah berlaku. Untuk menjelaskan dengan lebih lanjut tentang apa yang dah berlaku pada anak beliau, mak budak tu jemput la cikgu tu datang ke rumah. Mak budak tu ceritalah siapa tu sahabi. Dia jugak bagitau, setiap hari, dia akan bacakan kisah2 sahabat kepada anaknya tu. Setiap kali habis dengar cerita, anaknya akan cakap, 'Mum, I want to be a Sahabi'. Cikgu tu makin berminat, dan dia mula bertanya pasal islam pada ibu budak berkenaan. Semenjak hari tu, sering berlaku perbincangan pasal islam antara cikgu dan ibu budak yang nak jadi sahabi tu. Akhirnya, cikgu tu memeluk agama islam...
Apa motifnya cite ni?? Kata Dr. Ijaz, kanak2 kecil boleh buat apa yang orang dewasa tak leh buat dalam menyebarkan dakwah islam. Sebab tu katanya, sangat penting untuk kita terapkan pada anak2 dengan semangat perjuangan islam sejak kecil, melalui pembacaan kisah2 nabi dan sahabat. Anak2 kecil yang masih bersih dan suci jiwanya sangat mudah untuk dibentuk dan pembentukan ke arah semangat perjuangan dan pengorbanan untuk agama mesti bermula dari rumah. Perkara macam ni bukan dongeng, kerana ambo dan kawan2 masa kecik dulu bercita2 nak jadi power rangers, maskman la.., jetman la.. dan macam2 'man' lagi ,sebab?? sebab hari2 kita di 'provok' kan dengan cerita2 keperkasaan hero ciptaan manusia yang mana hanya khayalan semata-mata. Maka lahirlah dari rumah2 orang islam anak2 yang bercita2 nk jadi superman, batman, dan mungkin juga cicakman (lagi haru).
Inilah kesilapan kita ummat islam hari ni. Kita dah lupa dengan hero2 yang memperjuangkan agama. sedangkan ke'hero'an mereka adalah realiti bahkan jauh lebih hebat dari hero2 khayalan ciptaan yahudi dan nasrani. Mana ada hero yang boleh jalan atas air dengan dua rakaat solat pada hari ni?? Mana ada hero yang boleh halau api dari gunung berapi kembali ke lubangnya, perintahkan gempa bumi supaya berhenti dan memberi arahan kepada tentera muslimin yang jauh beribu batu tanpa alat komunikasi seperti Umar Al-Khattab?? Tak ada kan?? Jadi, untuk melahirkan semula generasi yang berjiwa dan bersemangat kental macam sahabat2 r.a, kisah2 kehidupan mereka mesti di telaah hari2, mudah2han semangat pengorbanan, keperwiraan dan kesanggupan mereka menyerahkan seluruh jiwa, harta bahkan nyawa untuk Allah turut meresap dalam jiwa kita dan generasi yang kita lahirkan.
Hentikan khayalan karut-marut yang di'propaganda'kan oleh orang2 yang sememangnya memusuhi islam kerana tujuan mereka hanyalah semata-mata untuk melemahkan orang islam dan mengalihkan pandangan serta fokus kita daripada perjuangan islam. Mari kita azam untuk melahirkan manusia2 berjiwa seperti sahabat dari rumah2 kita nanti (untuk orang yang belum kawin macam ambo) dan kepada yang dah beranak pinak, selagi nyawa dikandung badan, masih belum terlambat untuk mengubah suasana rumahtangga kepada suasana yang diredhai Allah s.w.t.

Alhamdulillah.. petang2 yang mendung ni, ambo teringat nak kongsi satu cerita. Jadi sebelum lupa, baik taip cepat2 sebelum otak ambo ni jadi mendung macam langit kat Rathmines ni. Dua tiga hari ni langit kat sini (mungkin seluruh Ireland ni macam tu jgk) di selaputi awan gelap, member2 kat rumah ni mengandaikan mungkin sebab letusan gunung berapi kat Iceland, yang jauhnya lebih kurang dua jam naik kapal yang boleh terbang dari Ireland, wallahuallam... Ops, kembali kepada cerita yang nak di kongsi.
Hujung bulan Februari yang lepas, ambo berpeluang menyertakan diri dalam johr(perhimpunan kecik) untuk Ireland selatan yang di adakan kat Tralee. Johr ni untuk bro2 yang berada di kawasan Killarney, Killkeny, Cork, Galway dan area2 yang sama waktu dengannya.. Alhamdulillah, penuh jugak la surau tu, sampai ada yang kena tido kat laluan nak ke tandas. Antara program ter'include' dalam johr kali ni ialah mesyuarat untuk seluruh Ireland. Jadi bro2 dari utara, timur dan barat Ireland ni turut menghadirkan diri, utk bermesyuarat hal ehwal usaha dakwah di Ireland ni.
Lepas Zohor hari pertama johr, ada la sikit sesi taghrib untuk usaha masturat dan taklim kat rumah. Lepas Maulana Musa bagi ceramah sikit pasal satu hati antara orang islam, Dr. Ijaz bagi sikit taghrib pasal ta'lim rumah. Ada satu cerita yang dia bagitau yang ambo tak akan lupa (insyaAllah sampai ada anak, hehehe). Citenye macam ni.... bersambung ke perenggan baru...
Cite ni berlaku kat UK (United Kingdom, bukan Ulu Klang atau Ulu Kelantan). Satu hari, seorang cikgu sekolah rendah tanya anak2 murid dia pasal cita2 masing2. Biasalah, ni soklan biasa yang diajukan kepada anak2 sekolah rendah yang umur mereka dalam 7-8 tahun. Jadi sorang2 bangun la bagitau cita2 masing2. Yang tu nak jadi doktor, yang ni nak jadi jurutera, yang nun nak jadi lawyer, yang nin nak jadi pilot dan macam2 lagi. Pendek kata sumenya nak jadi professional2 yang di anggap glamor dan berstatus tinggi dalam masyarakat. Tiba2... tiba giliran seorang budak ni. Dia bangun, dan bagitau, ''I want to be a Sahabi''(Saya nak jadi Sahabat).
Apa lagi, terkejut la cikgu tu. Tak pernah di dengarnya sorang budak nak jadi sesuatu yang di gelar 'sahabi'. Dia pun tak tahu apa ke benda pekerjaannya sebagai 'sahabi'. Jadi, apa yang cikgu ni buat?? Cikgu tu (seorang perempuan) telefon mak budak tu dan ceritakan apa yang dah berlaku. Untuk menjelaskan dengan lebih lanjut tentang apa yang dah berlaku pada anak beliau, mak budak tu jemput la cikgu tu datang ke rumah. Mak budak tu ceritalah siapa tu sahabi. Dia jugak bagitau, setiap hari, dia akan bacakan kisah2 sahabat kepada anaknya tu. Setiap kali habis dengar cerita, anaknya akan cakap, 'Mum, I want to be a Sahabi'. Cikgu tu makin berminat, dan dia mula bertanya pasal islam pada ibu budak berkenaan. Semenjak hari tu, sering berlaku perbincangan pasal islam antara cikgu dan ibu budak yang nak jadi sahabi tu. Akhirnya, cikgu tu memeluk agama islam...
Apa motifnya cite ni?? Kata Dr. Ijaz, kanak2 kecil boleh buat apa yang orang dewasa tak leh buat dalam menyebarkan dakwah islam. Sebab tu katanya, sangat penting untuk kita terapkan pada anak2 dengan semangat perjuangan islam sejak kecil, melalui pembacaan kisah2 nabi dan sahabat. Anak2 kecil yang masih bersih dan suci jiwanya sangat mudah untuk dibentuk dan pembentukan ke arah semangat perjuangan dan pengorbanan untuk agama mesti bermula dari rumah. Perkara macam ni bukan dongeng, kerana ambo dan kawan2 masa kecik dulu bercita2 nak jadi power rangers, maskman la.., jetman la.. dan macam2 'man' lagi ,sebab?? sebab hari2 kita di 'provok' kan dengan cerita2 keperkasaan hero ciptaan manusia yang mana hanya khayalan semata-mata. Maka lahirlah dari rumah2 orang islam anak2 yang bercita2 nk jadi superman, batman, dan mungkin juga cicakman (lagi haru).
Inilah kesilapan kita ummat islam hari ni. Kita dah lupa dengan hero2 yang memperjuangkan agama. sedangkan ke'hero'an mereka adalah realiti bahkan jauh lebih hebat dari hero2 khayalan ciptaan yahudi dan nasrani. Mana ada hero yang boleh jalan atas air dengan dua rakaat solat pada hari ni?? Mana ada hero yang boleh halau api dari gunung berapi kembali ke lubangnya, perintahkan gempa bumi supaya berhenti dan memberi arahan kepada tentera muslimin yang jauh beribu batu tanpa alat komunikasi seperti Umar Al-Khattab?? Tak ada kan?? Jadi, untuk melahirkan semula generasi yang berjiwa dan bersemangat kental macam sahabat2 r.a, kisah2 kehidupan mereka mesti di telaah hari2, mudah2han semangat pengorbanan, keperwiraan dan kesanggupan mereka menyerahkan seluruh jiwa, harta bahkan nyawa untuk Allah turut meresap dalam jiwa kita dan generasi yang kita lahirkan.
Hentikan khayalan karut-marut yang di'propaganda'kan oleh orang2 yang sememangnya memusuhi islam kerana tujuan mereka hanyalah semata-mata untuk melemahkan orang islam dan mengalihkan pandangan serta fokus kita daripada perjuangan islam. Mari kita azam untuk melahirkan manusia2 berjiwa seperti sahabat dari rumah2 kita nanti (untuk orang yang belum kawin macam ambo) dan kepada yang dah beranak pinak, selagi nyawa dikandung badan, masih belum terlambat untuk mengubah suasana rumahtangga kepada suasana yang diredhai Allah s.w.t.
Sayyidi wa Syaikhi : AL MUHADDITH SYEIKH MUHAMMAD IBN IBRAHIM AL KATTANI

Beliau merupakan seorang muhaddith di negara Mesir. Dr. Umar Abdullah Kamil berkata mengenainya, “Saya tidak pernah bertemu dengan orang yang sealim beliau di dunia ini. Kebanyakan kandungan syarahannya tidak terdapat di dalam kitab-kitab kerana ilmunya diambil terus daripada Allah.” Beliau pernah menyatakan, bahawa beliau menjadi sedemikian setelah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah memberikannya kitab karangan Syeikh Yusuf ibn Ismail al Nabhani yang bertajuk Hujjah Allah ‘ala al ‘Alamin. Kemudian Rasulullah bersabda kepadanya, “Semoga Allah membuka ke atas kamu segala sesuatu.” Beliau mempunyai ramai guru; di antaranya ialah ayahandanya sendiri, Syeikh Ibrahim ibn Abdul Ba’ith. Beliau mengambil Tariqat al Syazuliyyah daripada ayahandanya ini. Di antara gurunya yang lain ialah Syeikh Soleh ibn Muhammad al Ja’fari, Imam Masjid al Azhar. Daripada Syeikh Soleh beliau mengambil Tariqat al Ahmadiah al Idrisiah. Beliau pernah menceritakan pengalaman dengan gurunya ini dengan menyatakan bahawa beliau pernah pergi ke majlis pengajian Syeikh Soleh untuk meminta ijazah Hizib al Saifi. Namun, beliau merasa rendah diri untuk memintanya. Tetapi, tiba-tiba Syeikh Soleh berkata kepada ahli majlis pengajiannya bahawa Hizib Saifi ini telah diijazahkan kepada semua keturunan Sayyiduna Ali. Dengan perkataan Syeikh Soleh itu, bererti beliau telah mendapat ijazah tersebut kerana beliau adalah dari keturunan Sayyiduna Husain. Di antara gurunya juga ialah Abu al Faidh al Kattani. Daripada gurunya ini, beliau mengambil Tariqat al Kattaniah yang dengannya beliau dinisbahkan dengan gelaran al Kattani. Di antara gurunya juga ialah al Muhaddith Syeikh Abdullah Siddiq al Ghumari. Pada suatu ketika dulu, beliau pernah belajar bersama-sama Dr. Ali Jum’ah yang merupakan Mufti Mesir sekarang ini, dengan Syeikh Abdullah al Ghumari. Semasa belajar, beliau sering membetulkan bacaan Dr. Ali Jum’ah yang salah. Di antara gurunya lagi, iaitu sanad beliau yang tertinggi ialah al Musnid Syeikh Abdul Hayy al Kattani. Daripada gurunya ini, beliau meriwayatkan kitab sanadnya yang bertajuk Fahras al Faharis yang di dalamnya mengandungi senarai 700 orang gurunya. Beliau adalah antara guru yang amatku kasihi. Antara kitab yang pernah dipelajari kepada Sayyidi Syeikh Muhammad ialah Riwayat Hadis Sohih Bukhori (Riwayah & Diroyah), Sirah Ibn Hisyam, Tafsir Al-Quran.
Sumber : copy paste dari junudud dakwah blog-Al Faqeer Ahmad Akhyari Ismail
Harap2 beliau memaafkan aku kerana tidak meminta izin terlebih dahulu..
Khamis, Mei 13, 2010
Meaning of Usrah
Usrah
1. The Usrah
One of the most important training and educational process in contemporary Islamic movements as well as other developmental and knowledge building programme such as the tamrin – courses, lectures, seminars, workshops, intellectual discourses, symposiums etc.
The usrah is an informal programme although it is a regular, consistent and continous function.
The usrah ought to be dynamic with interactive participation and should not be a one-way communication affair.
2. Its Meaning
Literally, it means a family.
The usrah is a group of Muslim individuals getting together with faith in Islam, working and helping out one another, working together towards a better understanding and practice of Islam.
Panduan Perlaksanaan Usrah
1. Muqaddimah:
Usrah bertujuan membina ukhuwwah Islamiyah yang kental di kalangan anggota gerakan berasaskan iman dan ilmu yang mendorong peningkatan amal dan jihad. Seperti yang diakui bahawa kemantapan gerakan bergantung besar keberkesanan usrah-usrah yang bertebaran di seluruh negara. Keberkesanan usrah-usrah pula bergantung kepada disiplin yang tinggi di kalangan anggota-anggotanya. Sebagai langkah untuk memperkukuhkan usrah, maka Biro Tarbiyah cuba menyusun kembali aspek yang berkaitan dengan disiplin usrah supaya dapat digunakan sebagai panduan bagi mengemaskan perlaksanaan program yang penting ini
1. The Usrah
One of the most important training and educational process in contemporary Islamic movements as well as other developmental and knowledge building programme such as the tamrin – courses, lectures, seminars, workshops, intellectual discourses, symposiums etc.
The usrah is an informal programme although it is a regular, consistent and continous function.
The usrah ought to be dynamic with interactive participation and should not be a one-way communication affair.
2. Its Meaning
Literally, it means a family.
The usrah is a group of Muslim individuals getting together with faith in Islam, working and helping out one another, working together towards a better understanding and practice of Islam.
Panduan Perlaksanaan Usrah
1. Muqaddimah:
Usrah bertujuan membina ukhuwwah Islamiyah yang kental di kalangan anggota gerakan berasaskan iman dan ilmu yang mendorong peningkatan amal dan jihad. Seperti yang diakui bahawa kemantapan gerakan bergantung besar keberkesanan usrah-usrah yang bertebaran di seluruh negara. Keberkesanan usrah-usrah pula bergantung kepada disiplin yang tinggi di kalangan anggota-anggotanya. Sebagai langkah untuk memperkukuhkan usrah, maka Biro Tarbiyah cuba menyusun kembali aspek yang berkaitan dengan disiplin usrah supaya dapat digunakan sebagai panduan bagi mengemaskan perlaksanaan program yang penting ini
Selasa, Mei 11, 2010
Isnin, Mei 10, 2010
Langgan:
Catatan (Atom)



